Logo

  • Home
  • Contact

+6281373739955

[email protected]

  • Home
  • Profil
    • Sambutan Dekan
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Sejarah
    • Motto
    • Dosen
  • Sertifikat Akreditasi Prodi
    • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
    • KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
    • PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI
  • Akademik
    • Kalender Akademik
    • Panduan Akademik
    • PPKI
  • Berita
  • Agenda
  • Program Studi
    • Komunikasi Penyiaran Islam (KPI)
    • Pendidikan Agama Islam (PAI)
    • Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
  • Penerimaan Mahasiswa Baru
  • UNDUH FORMULIR

FAI Education: Valentine Day Islami?


Assalamu'alaikum sobat sukses masa depan :) Semoga kita semua dalam keadaan sehat dan semangat ya.

Eh sob, tau gak? Pertengahan Februari tentu menjadi hari dan tanggal yang kerap kali dibahas oleh umat Islam. Pasalnya, tepat pada 14 Februari adalah tanggal dimana dunia digemparkan dengan perayaan hari kasih sayang atau yang sering dikenal dengan Valentine day. Ada beberapa sudut pandang yang benar-benar mengharamkan adanya Valentine day dan adapula beberapa pihak yang memperbolehkan selama masih dalam batas kewajaran, atau biasa mereka sebut dengan merayakan valentine day versi Islami. Hari valentine identik dengan bertukar kado antar pasangan atau sering diasosiasikan dengan para pecinta yang saling memberikan tanda pada kekasihnya, yang paling populer tentu cokelat dan bunga.

Perkembangan zaman yang begitu pesat, tentu memudahkan dan menjadi peluang bagi milenial untuk mengakses beragam gaya hidup barat, salah satunya adalah “ Valentine Day ” yang begitu mudahnya masuk dalam dunia Islam dan mendapat sambutan hangat dari berbagai khalayak khususnya para pemudanya. Maraknya valentine day tentu ikut merasuki kalangan Muslim, yang paling banyak akan dilakukan oleh kaula muda. Adanya perayaan ini sudah merebak kemana-mana, baik kota maupun desa.

Di Indonesia sendiri, banyak variasi dan ekspresi dalam mendeklarasikan rasa sayangnya kepada pasangan dengan berbagai cara. Ada yang melakukan dengan konsep biasa saja, kencan, tukar hadiah, dan puncaknya yang paling ekstrem adalah melakukan hubungan diluar pernikahan dengan dalih mengungkapkan rasa kasih kepada pasangannya. Bahkan, seks dianggap sebagai perkara penting pada perayaan valentine. Dalam data yang didapatkan berdasarkan data apotik, disebutkan bahwa penjualan kondom tertinggi jatuh pada hari tersebut dimana kenaikannya mencapai 25 persen.

Dalam tatanan aqidah, tampak jelas jika dilihat dari asal usul valentine day maka terlihat bahwa perayaannya diarahkan untuk menggeser bahkan melunturkan keimanan muslim dan muslimah serta diarahkan pula untuk menjadikan umat Islam yang hedonisme ( menjadikan kelezatan sebagai standar kebaikan ). Selain itu, Valentine day tidak hanya diberlakukan sebatas perayaan semata, akan tetapi juga dimanfaatkan dalam ranah industri dimana kaum materialistik dan liberalis bisa meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari sehari perayaan ini.

Cikal Bakal Valentine

Adalah hal yang sangat ironis jika kita terjun dalam perayaan tersebut tanpa mengetahui asal-usul adanya hari valentine. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Tetapi, sejak abad 16 M, upacara keagamaan tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi perayaan bukan keagamaan.

Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut Supercalis yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristian), pesta supercalis kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai hari kasih sayang juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu kasih sayang itu mulai bersemi bagai burung jantan dan betina pada tanggal 14 Februari. Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata Galentine yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari.

Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan topeng percintaan, perjodohan dan kasih sayang.

Kerusakan yang ditimbulkan dari Valentine

Jika menilik sejarah adanya valentine maka kita dapat menarik kesimpulan bahwasanya valentine berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme. Upacara Romawi Kuno tersebut akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama  Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi, acara Velntine’s Day menjadi ritual  agama Nasrani yang peringatannya pada 14 Februari bertepatan dengan meninggalnya St. Valentine.

Selain itu, hari valentine juga merupakan hari penghormatan kepada tokoh nasrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta dan pada perkembangannya pada modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasai hari kasih sayang. Sebagian orang mungkin sudah tidak asing dengan pernyataan sejarah tersenut, akan tetapi mereka seolah-olah menutup dan menyatakan bahwa valentine sah-sah saja jika dilakukan. Sudah sepantasnya kaum Muslim berfikir, bahwa keburukan harus ditolak secara jelas dan tegas. Hitam putih. Sebab, banyak sekali kerusakan yang ditimbulkan pada sehari perayaan tersebut antara lain :

  1. Merayakan berarti kita sama saja menirukan, padahal sudah dijelaskan oleh Nabi bahwa “ Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka ”. ( HR. Ahmad dan Abu Dawud ).
  2. Hari ini menjadi pemicu semangat berzina, padahal dalam QS. Al-Isra’ sudah dijelaskan bahwa kita tidak boleh mendekati zina.
  3. Membuang-buang waktu pada kemaksiatan.

Sudut Pandang Valentine dalam Islam.

Jika ditelisik lebih dalam berdasar informasi-informasi diatas, maka sudah jelas bahwa tentu valentine tidak diperbolehkan. Sebab, dampaknya sangat luas pun tidak ada aspek kemaslahatannya. Bukan berarti pelarangan tersebut lantas melabeli bahwa Islam adalah agama yang tidak berlinang kasih sayang. Justru sebaliknya, cinta, kasih dan sayang adalah pilar-pilar Islam dalam merajut ukhuwah dan persaudaraan, dimana saripatinya tidak hanya dirasakan oleh sesama Muslim melainkan kepada Non-Muslim juga, Islam mengajarkan kasih sayang sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah “ Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya, kalian tidak akan masuk syurga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai. Sebarkanlah salam diantara kalian. ( HR. Muslim ).

Bukankah sabda tersebut merupakan dalil yang tegas lagi jelas bahwa Islam sangat menganjurkan cinta, kasih dan sayang. Akan tetapi, kecintaan semacam perayaan valentine tidak dianjurkan, sebab hanya menimbulkan kemudharatan dan menyimpang dari aqidah Islam. Hendaknya, cinta, kasih dan sayang disemaikan dalam hati setiap Muslim dengan dilandasi oleh manisnya iman. Dimana, cinta itu tidak terukur oleh harta, tidak ditakar oleh tahta dan tidak hanya kasih sayang dalam balutan nafsu semata. Cinta sejati adalah ketika kita mampu mencintai Allah sang pemilik cinta sejati. Itulah cinta sejati.

Islam adalah agama yang konsisten dan tidak ikut-ikutan, sudah ada aturan dan anjuran didalam Islam bagaimana kita saling mengasihi, mencintai dan menyayangi, semua caranya sudah diatur dan disediakan fasilitasnya. Begitulah Islam, agama penuh kebenaran.

Maka sobat sekalian, sesungguhnya merayakan hari valentine itu merupakan bagian dari ikut merayakan perayaan orang-orag kafir, padahal 

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ


“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031)

Nah, gmana sob? udah tahu kan sejarah dan keburukan merayakan valentine day? semoga bermanfaat yaa, Waallahu a'lam Bisshowwab. Wassalamu'alaikum. Wr.Wb

Penulis: Renci

Editor: Adly

 




Kategori Terkait

selamat dan sukses atas lolosnya sivitas prodi pendidikan agama islam …

pendaftaran online dan ondesk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019

himpunan mahasiswa program studi pendidikan agama islam um metro selenggarakan …

fakultas agama islam (fai) sukses menyelenggarakan mastama (masa ta'aruf mahasiswa) …

mahasiswa pai mengembangkan sayap dalam program kampus mengajar angkatan 5

kunjungan sinergi mahasiswa prodi. piaud, fai, um metro ke pusat …

resmi dilantik, inilah sosok wakil dekan fakultas agama islam universitas …

prodi piaud raih juara ape (alat permainan edukatif) tingkat nasional

pendidikan agama islam um metro dipercaya menyelenggarakan program rpl (rekognisi …

workshop drafting buku

dosen fai ikuti penyampaian hasil audit internal

dosen prodi. pai fai, um metro ikuti munas tarjih ke-32

siapkan pendidik unggul, fai um metro selenggarakan pkm & plp …

fai sambut mahasiswa inbound pertukaran mahasiswa merdeka (pmm 3) tahun …

peninjauan naskah visi misi tujuan strategi prodi. pai fai um …




Contacts

  • Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
    Kampus Universitas Muhammadiyah Metro
    34111

  • Telephone: (0725)42445-42454
  • Email: [email protected]

Eksternal Links

  • MUHAMMADIYAH